Malam tahun baru gue kali ini
biasa aja. Gue cuma di kosan, merenungi nasib mau ujian, sembari menonton
asyiknya orang-orang yang merayakan tahun barunya dan flashback tentang
pencapaian-pencapaian mereka tahun 2018 di story instagram. Entah, Depok tidak
seramai Jakarta sepertinya, bahkan saat gue mau memejamkan mata melewati 00.00,
suara petasan yang gue dengar dari dalem kamar ngga seheboh yang gue bayangkan.
Tahun
2018 terasa sangaaaaaaaaaaattt cepaaaaaaaaaaaaaaaat berlalu. Asli. Gue nggatau
entah karena rutinitas gue sehari-hari yang monoton jadi gue cenderung
lewat-lewat aja gitu harinya atau emang bener cepet aja gitu ini dinamika
hidup.
Gue bersyukur gue masi dikasih
waktu untuk bisa memperbaiki diri selama tahun 2018.
Gue bersyukur gue dikasi banyak
kesibukan yang gue nilai bermanfaat buat diri gue dan mungkin buat orang orang
lain yang terkena dampaknya.
Gue bersyukur gue ketemu banyak orang-orang
baru di 2018.
Gue bersyukur...... banget. Padahal,
gue engga ngasi target atau resolusi apapun buat diri gue di penghujung tahun
2017 lalu. Tapi masyaAllah gue ngerasa gue dapet banyak hal di luar ekspektasi
gue.
Gue
gapernah membuat resolusi di tahun-tahun lalu. Gue yang dulu adalah orang yang “let
it flow”. Gue berpikir bahwa kita semua gapernah tahu apa yang akan terjadi 1
menit lagi, 1 hari lagi, lusa, sebulan, 4 bulan lagi apa yang akan terjadi.
Jadi yaudah... santai ae gue ngejalaninnya, gitu gitu aja hidup gue, asalkan
gue siap dan kuat buat ngehadepin kejutan yang mungkin terjadi setiap harinya.
Gue nggapernah punya ekspektasi tinggi terhadap diri gue sendiri. Gue berpikir
bahwa ya.. kesempatan tuh dihadirkan dari luar, kalo lo jodoh sama kesempatan
itu, ya lo akan dapet kesempatan itu.
Tapi
ternyata gue baru sadar kalo mindset gue itu kurang tepat. Terlepas dari
cepatnya tahun 2018 ini berlalu, gue belajar banyak banget hal. Gue makin sadar
kalo gue hanyalah manusia yang banyaaaak banget kurangnya. Banyak banget
kesalahan-kesalahan dalam hidup yang udah gue buat di tahun 2018. Kesalahan
dalam menentukan prioritas, kesalahan dalam meluangkan waktu, kesalahan dalam
memilih teman, kesalahan dalam menentukan pilihan, kesalahan dalam mengulang
kesalahan di tahun tahun sebelumnya (bingung ngga lo), dan masih banyak lagi
kesalahan-kesalahan yang gue lakukan. Tapi, berkat kesalahan-kesalahan gue
tadi, gue jadi mikir bahwa tahun baru ini bisa jadi semangat baru buat gue
dalam membenahi diri gue, memperbaiki diri gue untuk setidaknya mengurangi
kesalahan-kesalahan gue, syukur-syukur bisa menghapuskan kesalahan gue.
Di
penghujung tahun 2018 ini gue jadi sadar bahwa masih banyak dari diri gue yang
harus gue benerin. Alhasil gue akhirnya membuat resolusi untuk diri gue
sendiri. Harapannya resolusi ini bisa jadi genjotan motivasi untuk gue supaya gue
bisa menjadi pribadi yang semakin baik di 2019.
But still, life’s full of
surprises. Resolusi-resolusi itu tidak gue jadikan sebagai target ataupun
indikator keberhasilan gue untuk tahun 2019. Resolusi-resolusi ini gue jadikan
acuan supaya apa yang gue lakukan, habbit gue yang gue bentuk, motivasi harian
gue setidaknya menuju ke resolusi-resolusi itu.
Dan yang terpenting, untuk jadi
manusia yang menjadi semakin baik, kita gaperlu nunggu tahun baru dulu untuk
bikin resolusi. Setiap hari bagi gue adalah anugerah karena itu kesempatan yang
diberikan Allah untuk memperbaiki diri. Semoga kita semua diberikan umur yang
panjang dan banyak kesempatan untuk menjadi manusia yang semakin baik. Aamiin
0 komentar:
Post a Comment