In ruang tenang

Hidup Tanpa Harap


Hendaknya sebagai manusia kita bersyukur, ketika Sang Pencipta menunjukkan kasih sayangnya kepada Hamba-Nya, melalui hal yang dianggap menyakitkan sekalipun. Itupun salah satu cara-Nya menjauhkanmu dari yang tidak baik (untukmu). 

Sejatinya, Manusia  diberikan akal untuk berpikir. Namun jangan lupa, ada penyeimbang, yaitu perasaan. 
Bukan tanpa makna. 
Harapannya semoga manusia tidak melulu mengedepankan ambisi dan adu pikir. Ada perasaan orang lain yang harus dijaga. Seingin apapun kamu mengedepankan isi pikir, menjaga perasaan orang lain secara tidak langsung memiliki arti menjaga perasaanmu sendiri.

Namanya juga manusia. Tidak ada yang sempurna. Perasaan dan akal mudah berubah. Sedetik ini, kemudian itu. Mudah goyah, tidak pasti. Tak heran jika yang didapat hanya kecewa karena yang diharap tak sesuai ekspektasi.

Justru harus semakin sadar. Bahwa tidak selayaknya berharap kepada yang juga mudah berubah-ubah, yang mudah goyah, yang tidak pasti.

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment