Hendaknya sebagai manusia kita bersyukur, ketika Sang
Pencipta menunjukkan kasih sayangnya kepada Hamba-Nya, melalui hal yang dianggap
menyakitkan sekalipun. Itupun salah satu cara-Nya menjauhkanmu dari yang tidak baik (untukmu).
Sejatinya, Manusia
diberikan akal untuk berpikir. Namun jangan lupa, ada penyeimbang, yaitu
perasaan.
Bukan tanpa makna.
Harapannya semoga manusia tidak melulu
mengedepankan ambisi dan adu pikir. Ada perasaan orang lain yang harus dijaga.
Seingin apapun kamu mengedepankan isi pikir, menjaga perasaan orang lain secara
tidak langsung memiliki arti menjaga perasaanmu sendiri.
Namanya juga manusia. Tidak ada yang sempurna. Perasaan dan
akal mudah berubah. Sedetik ini, kemudian itu. Mudah goyah, tidak pasti. Tak
heran jika yang didapat hanya kecewa karena yang diharap tak sesuai ekspektasi.
Justru harus semakin sadar. Bahwa tidak selayaknya berharap kepada yang juga mudah berubah-ubah, yang mudah goyah, yang tidak pasti.
0 komentar:
Post a Comment