Dulu sempat mencerca
Bagaimana bisa apinya ada kalau tanpa percikan?
Dulu sempat bertanya-tanya
Akankah bisa bertahan tanpa api yang terus membara?
Dulu sempat heran
Apakah mereka bertahan hanya karena sudah lama saja?
Kini yang dirasa
Justru proses membentuk percik adalah yang paling lama
Tidak perlu tergesa-gesa
Pastikan percikannya di tempat yang aman
Pelan-pelan
Nanti yang lain bisa ikut kena
Kini yang dirasa
Memberi bara tidak harus mengorbankan diri ini ikut terbakar
Pastikan kamu tetap hangat
Tapi tetap pada porsinya
Kali ini nyaman
Aman
Tidak bahaya.
Haruskah dari dulu begini rasanya?
-a.n.
07-08-2020
0 komentar:
Post a Comment